Upacara Kematian Walau Masih Hidup
TAIPEI - Upacara kematian selalu dilakukan untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Namun di Taiwan, upacara kematian juga dilakukan bagi seseorang yang masih hidup.
Ungkapan pujian, nyanyian, tangisan, dan saling peluk berlaku semasa pada upacara kematian seseorang Davin Tseng. Tidak ada yang berbeza dengan upacara kematian lainnya, kecuali Tseng yang masih hidup.
Tseng kini berumur 25 tahun. Namun dia terpaksa duduk di atas kursi roda karena menderita penyakit otot yang tidak dapat disembuhkan, dan membuatnya lumpuh sejak masih kecil.
"Saya tidak tahu berapa hari lagi yang harus dilalui. Jadi saya membuat sebuah 'pemakaman hidup' untuk diri saya sendiri, demi untuk mengumumkan keinginan terakhir untuk mendermakan tubuh saya untuk pelajaran perubatan," kata Tseng, yang dikutip dari Straits Times, Selasa (2/11/2009).
'Pemakaman hidup' biasanya dilakukan oleh orang Taiwan yang menderita sakit parah.
Tseng, dari kota sebelah selatan Kaohsiung, menyampaikan ucapan selamat jalan kepada keluarga serta 100 doktor dan pelajar pada September lalu, di sebuah sekolah perubatan yang akan menerima tubuhnya ketika meninggal.
"Saya mungkin tidak hidup lama, namun saya memiliki teman dari keluarga dan ramai orang yang peduli. Saya menyelesaikan kuliah dan menulis sebuah buku. Saya rasa saya tidak hidup dengan sia-sia," kata Tseng yang disambut tangis ibunya.
- Category: Berita Dunia
- Bincang









